Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Zakat Infaq Shodaqoh
Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Fenomena alam di langit malam pada Minggu (07/9/2025) atau 15 Rabiul Awal 1447 H memang berbeda. Bulan purnama yang biasanya memancarkan cahaya terang, akan perlahan tertutup bayangan bumi.
Secara astronomi, gerhana bulan terjadi karena bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari yang biasanya menerangi bulan terhalang. Alhamdulillahnya, berdasarkan data astronomi, fenomena langit ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam fenomena blood moon, bulan tidak akan benar-benar berwarna merah. Hanya saja dari pandangan mata, bulan akan menjadi merah. Hal ini terjadi karena atmosfer bumi memantulkan sinar matahari, membuat bulan seakan berubah warna menjadi merah. Bumi sendiri dalam peristiwa gerhana bulan, berada di antara matahari dan bulan sehingga memantulkan sinar matahari ke bulan.
Namun bagi umat Islam, fenomena ini bukan hanya peristiwa sains, melainkan sebagai sunatullah tanda kebesaran Allah SWT. Sehingga memiliki nilai spiritual agar menjadi pengingat bahwa manusia itu kecil di hadapan kuasa Allah SWT.
Sekitar Pada tahun 625 Masehi atau 5 tahun setelah Nabi Muhammad SAW hijrah, Rosulullah telah mencontohkan agar saat terjadi gerhana bulan bersama para sahabatnya melaksanakan shalat gerhana bulan yang disebut khusuf. Shalat sunnah ini menjadi wujud ketundukan kepada Allah SWT, menegaskan bahwa gerhana bukan pertanda musibah atau kematian, melainkan peringatan ilahi.
Oleh karenanya hukum melaksanakan salat khusuf adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya pun tidak jauh berbeda dengan gerakan salat sunnah pada umumnya.
Selain shalat gerhana bulan, umat Islam dianjurkan untuk menyiapkan amalan terbaik setelahnya seperti memperbanyak zikir, istighfar, doa dan sedekah.
Selain melihat fenomena alam peristiwa gerhana bulan total yang telah diciptaan Allah SWT, kita pun diharapakan mampu untuk membaca zaman dan kondisi saat ini baik secara diri, masyarakat, bangsa dan global sebagai refleksi spiritual pribadi dan bersama, juga sebagai momentum untuk berdoa bersama untuk keamanan dan keselamatan bangsa dan perdamaian dunia kemanusian seperti yang terjadi di palestina saat ini.
Lembaga Amil Zakat Graha Dhuafa Indonesia (LAZ GDI), memiliki tagline Peduli Menjaga Genersi, sebuah komitmen dalam menjalin persatuan segala potensi umat dalam ikatan Ukhuwah Islamiyah melalui peristiwa alam yang dalam dilihat dipenjuru negri melalui program pendidikan, sosial dan kemanusiaan.
Zakat Infaq Shodaqoh