Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Zakat Infaq Shodaqoh
Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Dalam Islam, sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki hikmah dan banyak keutamaan. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah. Salah satu ayat yang menceritakan tentang sedekah adalah pada surat Al Baqarah 271, yang menyoroti pentingnya memberikan sedekah dengan cara sembunyi-sembunyi.
اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
— QS Al Baqarah(02):271
Ayat ini mengajarkan bahwa sedekah yang diberikan secara terbuka adalah baik, tetapi yang diberikan secara sembunyi-sembunyi lebih utama. Pentingnya niat dalam beramal sangatlah penting dalam melaksanakan aktifitas dalam beramal sholeh sedekah. Jika sedekah diberikan secara terang-terangan untuk memotivasi orang lain, maka itu baik. Namun, jika dilakukan dengan niat untuk menjaga keikhlasan, maka menyembunyikannya lebih baik.
Salah satu hikmah dalam Al Baqarah 271 adalah untuk menjaga keikhlasn, namun dalam prakteknya Alloh pasti mengetahui apa yang kita lakukan. Ini yang dinamakan Ihsan atas pemahamnya akan merasa selalu diawasi Allah SWT yang dinamakan dengan Murāqabah sebagaimana dijelaskan dalam hadits :
"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya, maka yakinilah bahwa Dia melihatmu."
— (HR. Bukhari dan Muslim)
Secara sederhana, Murāqabah adalah merasa bahwa Allah selalu melihat, mendengar, dan mengetahui segala sesuatu yang kita lakukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Murāqabah berasal dari kata raqabah (رَقَبَ), yang berarti mengawasi atau mengamati. Dalam konteks ibadah batin, murāqabah adalah kesadaran hati bahwa Allah senantiasa melihat, mendengar, dan mengetahui segala sesuatu tentang diri kita—baik zahir maupun batin.
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ
"Dan Dia (Allah) bersama kalian di mana saja kalian berada."
— QS. Al-Hadid(57):04
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
"Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian."
— QS. An-Nisa (04):01
Inilah puncak ihsan, yaitu beribadah dan berbuat dalam keadaan merasa selalu dalam pengawasan Allah.
Buah dan Efek Murāqabah:
1. Menjaga diri dari maksiat, bahkan saat sendiri.
2. Mendorong keikhlasan, karena amal diniatkan hanya untuk Allah.
3. Menyucikan pikiran dan hati dari prasangka buruk, iri, sombong, dan niat riya.
4. Meningkatkan ketenangan batin, karena merasa Allah selalu menemani.
5. Membentuk kepribadian yang tangguh dan jujur, karena tidak butuh pengawasan manusia.
Cara Menumbuhkan Murāqabah:
Perbanyak zikir dan tilawah, karena itu menghidupkan hati.
Muhasabah harian, dengan mengevaluasi: “Apakah hari ini aku ingat bahwa Allah selalu mengawasiku?”
Berdoa dan meminta kekhusyukan dalam hati, bukan sekadar dalam fisik.
Membaca kisah orang-orang saleh yang kuat dalam muraqabah (seperti Umar bin Khattab yang takut berlebihan kepada Allah).
Penutup Reflektif:
“Jika seorang mukmin hidup dalam murāqabah, maka ia akan malu bermaksiat, dan akan ringan dalam beribadah. Ia tahu bahwa Allah melihatnya—dan itu cukup untuk menjadikannya selalu dalam kebaikan.”
Zakat Infaq Shodaqoh