Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Zakat Infaq Shodaqoh
Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Makna Hari Kemerdekaan Indonesia adalah pembebasan dari penjajahan, lahirnya negara yang merdeka dan berdaulat, serta momen untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan pahlawan. Perjuangan ini melibatkan partisipasi aktif dalam pertempuran fisik, diplomasi, dan pembentukan dasar negara yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.
Menurut tokoh Islam nasionalis, kemerdekaan Indonesia
dimaknai sebagai karunia Allah, anugerah yang harus disyukuri melalui perjuangan dan diwujudkan dengan bebas dari penjajahan fisik, kebodohan, kemiskinan, dan kemungkaran. Mereka menafsirkan kemerdekaan secara spiritual (merdeka dari hawa nafsu dan syirik) dan secara kemanusiaan (hak setiap bangsa untuk berdaulat).
Sebagai rasa syukur, persatuan, dan semangat dari bangsa Indoensia atas peran ulama dan umat Islam dalam meraih kemerdekaan yang telah diraihnya, maka dibangunkan masjid Istiqlal yang namanya itu memiliki artinya merdeka, kemerdekaan dan kebebasan dalam bahasa Arabnya.
Dari makna Kemerdekaan diatas dapat tauangkan dari maksud perkataan dari tokoh Islam nasionalis dan pandangan nya tentang makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, yaitu:
Ir. Soekarno
“Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘merdeka, merdeka atau mati’.”
HOS Tjokroaminoto
“Kemerdekaan bukanlah pemberian, tetapi hasil perjuangan.”
KH Hasyim Asy’ari
“Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan.”
KH Ahmad Dahlan
“Agama tidak untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membebaskan manusia dari kebodohan dan kezaliman.”
Jenderal Sudirman
“Perjuangan kita belum selesai.
Selama masih ada setetes darah yang mengalir, kita tetap akan berjuang mempertahankan kemerdekaan.”
Bung Tomo
“Kita tunjukkan bahawa kita benar-benar orang yang ingin merdeka. Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Merdeka atau mati!”
Mohammad Natsir
“Yang hendak ditegakkan ialah kemerdekaan jiwa tiap-tiap orang perseorangan, daripada kemusyrikan, tahayul dan rasa takut. Rasa takut kepada selain daripada Allah Pencipta Seluruh Alam. … Yang hendak ditegakkan adalah pembebasan manusia dari tindasan kemelaratan dan kemiskinan, kefakiran yang menjadi sumber dari kekufuran. … Yang hendak ditegakkan pula ialah pembebasan manusia daripada sifat ta’ashub (chauvinisme), … ataupun ta’ashub dalam lapangan keagamaan dan kepercayaan. … ”
Haji Agus Salim
“Kemerdekaan itu bukan sekadar kebebasan, tetapi juga kemerdekaan jiwa, pikiran, dan hati untuk mencapai cita-cita bangsa.”
KH Zainal Mustofa
"Penjajahan itu bertentangan dengan ajaran Islam.”
KH Wahid Hasyim
“Membaca sejarah memang penting, tapi membuat sejarah lebih penting.”
Ya, dapat kita renungi sesaat bahwa makna kemerdekaan adalah hak setiap manusia dan bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri, tanpa dipaksa, dikekang, atau dikuasai oleh negara lain.
Pada hari itu juga mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan bangsa, serta menjadi tanggung jawab untuk "mengisi kemerdekaan" dengan membangun bangsa, menegakkan hukum sendiri, dan mengembangkan diri secara bertanggung jawab.
Zakat Infaq Shodaqoh