Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Zakat Infaq Shodaqoh
Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Penyakit hati dalam Islam adalah gangguan pada keimanan yang dapat memengaruhi perilaku yang akan merusak diri sendiri, hubungan dengan Allah serta sesama manusia, seperti hasad (iri dengki), takabur (sombong), riya' (pamer), ujub (bangga diri), ghadab (pemarah), kikir, dan yang lain sebagainya. Penyakit-penyakit ini mengikis pahala amal dan dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Allah
Kali ini tema bahasan adalah salah satu penyakit hati yang sangat halus, sering tidak disadari, namun dapat menghapus pahala ibadah, yaitu Riya’.
Secara definisi Riya’ berasal dari kata ra’a (melihat), yaitu melakukan ibadah agar dilihat manusia dengan tujuan mendapat pujian atau pengakuan, bukan semata-mata mencari ridha Allah SWT.
Contohnya adalah :
Shalat dengan khusyuk hanya saat di masjid, tapi tergesa-gesa saat di rumah.
Sedekah sambil minta disiarkan atau dipamerkan agar mendapat pujian.
Membaca Al-Qur’an dengan suara indah bukan untuk tadabbur, tapi untuk dipuji.
Dalil Tentang Bahaya Riya’
Allah SWT berfirman:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ
"Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya’." QS. Al-Ma’un (107): 4–6
Dan dari Hadits – Rasulullah SAW bersabda:
"Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya: "Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Riya’."
(HR. Ahmad)
Adapun dampak perilaku Riya’ adalah sebagai berikut :
Menghapus pahala ibadah, Ibadah yang seharusnya berpahala menjadi sia-sia karena tidak ikhlas.
Mengundang murka Allah SWT, Allah SWT membenci orang yang menjadikan ibadah sebagai alat mencari pujian.
Menjadikan ibadah hanya formalitas, Fokus pada penampilan luar, bukan hati dan tujuan ibadah.
Jika perilaku Riya' sudah dilakukan, maka usahakan tuk mengatasinya. Berikut ini caranya adalah sebagai berikut:
Perkuat niat sebelum beramal, Tanyakan pada diri: "Untuk siapa aku melakukan ini? Apakah aku mau Allah SWT ridha atau manusia yang senang?"
Perbanyak amalan tersembunyi,
Shalat malam tanpa diketahui keluarga,
Sedekah diam-diam,
Membaca dzikir tanpa suara keras di keramaian
Ingat hakikat pujian dan celaan, karena pujian manusia tidak menambah derajat di sisi Allah SWT, celaan mereka tidak mengurangi amal kita. Yang menilai hanyalah Allah SWT.
Saudaraku, penyakit Riya’ ibarat racun yang tidak berwarna—bisa masuk ke hati tanpa terasa. Setiap kali kita beramal, jagalah hati agar tidak ternodai. Ingatlah pesan Nabi Muhammad SAW :
"Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."
(HR. Muslim)
Maka, luruskan niat, sembunyikan amal, dan jadikan ridha BAllah sebagai tujuan hidup.
Zakat Infaq Shodaqoh