• Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826

Suhu Panas Landa Sejumlah Wilayah Indonesia, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensinya ke Depan

Akhir-akhir ini kondisi cuaca di nyaris melanda semua daerah terasa sangat panas terik dan berlangsung secara terus-menerus khususnya di siang harinya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca panas saat siang hari ini dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C, fenomena ini memang wajar terjadi untuk periode tertentu dan ditambah kondisi semakin rusaknya lingkungan hidup sekitar kita.

Jika demikian, lantas, apa yang membuat cuaca panas akhir-akhir ini dan apa sajakah penyebab utamanya?

Beberapa berikut ini yang memperparah peningkatan suhu dan cuaca ekstrem.

Pertama, di tengah upaya mengatasi laju pemanasan global, informasi terbaru trentang emisi karbon dioksida pada tahun 2024 telah mencapai rekor tertinggi. Hal ini berkontribusi terhadap panas dan cuaca yang makin ekstrem.

Emisi tersebut terutama bersumber dari aktivitas manusia dan peningkatan kebakaran hutan, serta berkurangnya kemampuan ekosistem darat dan laut menyerap karbon dioksida.

Kedua, disebabkan oleh kombinasi posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

Ketiga, penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.

Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia

Keempat, meratanya suhu cuasa yang tinggi ini terjadi di banyak wilayah Indonesia yang menunjukkan kondisi cuaca panas yang berkesinambungan tersebut didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan

Dilansir dari website resmi bmkg, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

Perlu diperhatikan bahwa BMKG juga memprakirakan, kondisi cuaca panas menyengat kali ini berpotensi berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

Mengingat dinamika yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari.

Berkenaan dengan momentum kali ini, LAZ Graha Dhuafa Indonesia akan mengadakan seminar tentang lingkungan hidup dengan tema “Bumi Panas, Masa Depan Kita Cemas”. Besar harapan kami kegiatan ini dapat menjadi titik awal gerakan bersama baik untuk mahasiswa, siswa, akademisi, komunitas dan masyarakat untuk peduli, bergerak, dan menyelamatkan bumi demi masa depan yang lebih baik.

Zakat Infaq Shodaqoh

Graha Dhuafa Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus ambil peran dalam menjaga generasi pelanjut.